Srk's

Jumat, 08 Januari 2016

Toleransi Beragama



Dulu saat kecil saya termasuk orang yang rasis, dulu saya tidak suka agama lain dan merasa semua agama salah kecuali islam.

Ya memang benar, keyakinan saya merasa bahwa agama saya itu benar. Tapi saya sadar setiap orang mempunyai keyakinannya masing-masing, dan itu hak mereka. Mereka juga merasa keyakinan mereka benar. Perbedaan selalu ada, pasti.
Mama saya pernah bilang "tidak boleh asal bicara tentang agama lain karna kita tidak tau apa-apa" ya itu benar, saya muslim dan saya percaya agama saya karna saya belajar dan mengetahui banyak tentang islam. saya tidak pernah belajar kristen, katholik, budha, hindu dsb, maka saya dilarang keras untuk berkomentar tentang apapun mengenai agama-agama tersebut karna saya tidak mempelajari dan ahli didalamnya.
Islam juga mengajarkan untuk bertoleransi dalam beragama, agama saya mengajarkan untuk tidak mengganggu dan harus membiarkan agama lain melakukan kepercayaan mereka.
Ada kisah yang saya dapat, belum tau kebenaraanya juga tapi tulisan ini menyentuh hati

Dalam hubungan dengan kalangan non-Muslim, Rasulullah menuliskannya dalam 'Piagam Anugerah' yang kini tersimpan di Gereja St Catherine's Monastery, Bukit Sinai, Mesir. Surat itu diberikan kepada seorang delegasi Kristen yang mengunjungi Nabi SAW pada 628 Masehi di Madinah.

Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai perjanjian bagi siapa pun yang menganut kekristenan, jauh dan dekat, bahwa kami mendukung mereka. Sesungguhnya saya, para pelayan, para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan apa pun yang tidak menyenangkan mereka.
Tidak ada paksaan yang dapat dikenakan pada mereka. Sekalipun oleh para hakim mereka, maka akan dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan mereka, dari biara mereka. Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apa pun daripadanya ke rumah-rumah umat Islam.
Jika ada yang memgambil hal-hal tersebut maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya. 

Tidak ada yang memaksa mereka untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang. Umat Islam wajib bertempur untuk mereka. Jika ada perempuan Kristen menikahi pria Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu. Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.
Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaiki dan menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka. Tidak ada dari antara bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari Akhir."
Karena itu, sudah sepantasnya kita hidup berdampingan dan saling menghormati antarsesama anggota masyarakat guna memperkuat tali persaudaraan sesama anak bangsa, agar terwujud masyarakat yang ideal, yakni aman, makmur, dan sentosa. Inilah masyarakat yang didambakan, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang baik dan senantiasa mendapat ampunan dari Allah SWT)

Sekali lagi saya tekankan, bukti kebenaran perjanjian ini belum pasti kebenarannya karna saya masih minim ilmu pengetahuan. saya hanya tersentuh mendengarnya, tapi saya percaya nabi besar saya Rasulullah adalah orang yang bersahabat dan sangat bertoleransi.

Perjanjian yang dibuat dengan orang-orang Kristen Najran di selatan Semenanjung Arab adalah contoh teladan lain keadilan Nabi Muhammad SAW. Salah satu pasal dalam perjanjian itu berbunyi, "Kehidupan masyarakat Najran dan sekitarnya, agama mereka, tanah mereka, harta, ternak, dan orang-orang mereka yang hadir atau tidak, rasul mereka dan tempat-tempat ibadah mereka berada di bawah perlindungan Allah dan perwalian Nabi-Nya (Muhammad)."

Piagam Madinah, ditandatangani oleh para imigran Muslim dari Makkah, penduduk asli Madinah, dan kaum Yahudi Madinah adalah contoh lain pentingnya keadilan Rasulullah. Sebagai hasil konstitusi, yang menetapkan keadilan antara masyarakat dengan keyakinan berbeda dan memastikan perlindungan dari berbagai kepentingan mereka, dan mengakhiri permusuhan yang terjadi selama bertahun-tahun. Salah satu keistimewaan yang paling luar biasa dari perjanjian ini adalah dikokohkannya kebebasan beragama.

Para sahabat Rasulullah tetap berpegang pada Piagam Madinah tersebut, bahkan setelah beliau wafat. Dan mereka bahkan menerapkannya dengan orang-orang Barbar, Buddha, Brahmana, dan orang-orang dari keyakinan lain.

Salah satu alasan utama mengapa zaman keemasan Islam merupakan salah satu masa yang dinaungi perdamaian dan keamanan adalah sikap Nabi yang adil, dan itu merupakan cerminan moralitas Al-Qur'an.

Nabi Muhammad SAW memperlihatkan sikap-sikap bertoleransi dalam prakteknya,sebagaimana beliau berjanji melindungi jiwa,agama dan harta benda umat Nasrani di Najran dan sekitarnya dalam tahun 631 M.Beliau juga mengintruksikan supaya kepercayaan mereka tidak boleh diusik,tradisinya tidak boleh di ganggu dan hak dan kewajibannya tidak boleh dirubah.                                                               
Sementara itu Nabi Muhammad SAW juga memerintahkan kepada kaum muslimin supaya pemuka-pemuka agama mereka tidak boleh dipecat dari berbagai jabatannya,besar dan kecil semua mereka harus merasai keamanan dan kemakmuran dalam hidupnya,sebagaimana masa-masa  sebelum beliau,begitu juga di masa beliau memegang kendali pemerintahan.                                                       

Nabi Muhammad SAW tidak membinasakan patung dan paling salib mereka,mereka tidak boleh menindas dan juga ditindas,dan tidak boleh membalas dendam sebagaimana pada zaman jahiliyah.Kemudian bagi umat Nasrani dan Yahudi juga tidak di bebani beaya persepuluhan (pajak)dan tidak di wajibkan memberi makanan kepada tentara Islam dan lain-lain.                                                 

Karena begitu agungnya akhlak Nabi Muhammad SAW,maka beberapa Pendeta Nasrani pada suatu waktu mengunjungi beliau di Madinah untuk berdialog dengan Rasulullah SAW. Dalam dialog mengenai masalah-masalah agama tersebut,sehingga tidak  mereka rasakan sudah seminggu lamanya.Para Pendeta Nasrani tersebut bingung soalnya di Madinah tidak ada Gereja untuk mereka gunakan sebagai tempat beribadah mingguannya,hari Tuhan Yesus.

Nabi Muhammad SAW kemudian mempersilakan mereka menggunakan mesjid beliau sendiri sebagai tempat beribadah mereka.Begitulah salah satu contoh bagaimana toleransi dalm Islam tersebut,dan hal-hal semacam itu juga kemudian diikuti oleh para Khalifah Rasyidin sesudahnya.

Sungguh Maha Besar Allah SWT yang mengajarkan kebaikan pada umatnya. Dan tolong islam bukan teroris, mengapa bila ada bom, pembunuhan, teror semua menyalahkan islam? hingga calon presiden amerika yang bernama donald melarang orang islam pergi ke amerika, hingga wanita dilarang menggunakan hijab di paris, hingga pemeriksaan orang islam begitu ketatnya saat dibandara, hingga semua melihat curiga terhadap orang yang berjenggot serta menggunakan sorban. Tolong itu semua sudah melanggar HAM, bila ada suatu masalah dan tragedi disebabkan orang islam, bukan berarti islam teroris.

Ada banyak agama didunia ini tapi hanya ada 2 sifat didunia yaitu orang jahat dan orang baik. Saya yakin semua agama mengajarkan umatnya untuk berbuat baik. Dan jika ada sesorang berbuat jahat itu adalah diri mereka sendiri bukan agamanya.
Saudara kami di Syria, Suriah, Palestina sedang berjuang untuk hidup, mereka diserang Israel dan para sekutu. Dominannya adalah Yahudi, kesal ? tentu saya kesal melihatnya, mereka seperti tidak punya jiwa kemanusiaan. Tapi apakah kami membenci Yahudi lainnya? tentu tidak, masih banyak Yahudi yang baik dan mempunyai moral karena semua agama baik tegantung masing-masing orangnya.
Dari saya kecil saya dikelilingi agama lain termasuk keluarga saya, dan perbedaan itu bukanya hal yang memutus tali persaudaraan.
Mulai sekarang jangan menyalahkan atau membenci agama manapun agar dunia ini hidup damai
"Saya bisa jadi salah, dan anda benar tapi saya bisa benar dan anda salah"
Wassalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar